ketidak tahuan adalah teman barumu yang terbaik

category

Rabu, 18 April 2012

TRANSFORMASI DAN KONTRIBUSI INTELEKTUAL ISLAM ATAS DUNIA BARAT



A. PENDAHULUAN
Dunia barat saat ini telah mencapai kemajuan yang sangat pesat terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dunia barat saat ini memang mampu memunculkan berbagai temuan baru secara dinamis dan varian, sehingga dunia barat dianggap banyak memberikan kontribusi terhadap science dan ilmu modern. Namun pada dasarnya kemajuan yang diciptakan dunia barat sekarang ini tidak terlepas dari transformasi dan kontribusi intelektual islam pada masa-masa sebelumnya atau pada masa kejayaan islam. Ketika itu, dunia barat masih berada pada masa kegelapan akibat doktrin gereja, sedangkan di belahan timur umat islam telah membentuk suatu beradaban gemilang yang banyak menciptakan ilmu-ilmu pengetahuan maupun ilmiah yang berkembang dengan pesat.

Islam pertama masuk ke Dunia Eropa yaitu bermula dari Spanyol, terjadi pada masa Khalifah Walid, khalifah Bani Umayah (705-715 M). Sebelum penaklukan Spanyol umat Islam telah menguasai Afrika Utara. Ada tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah Tharif Ibn Malik, Thariq Ibn Ziyad dan Musa Ibn Nushair.

Kemajun umat islam pada saat itu tidak hanya dirasakan oleh masyarakat muslim saja, masyarakat nonmuslimpun merasakan kemajuan-kemajuan islam, termasuk dunia barat. Namun seiring dengan berjalannya waktu umat islam pun mulai mengalami kemunduran pada abat pertengahan, yang pada akhirnya sentuhan islam dengan dunia barat memunculkan transformasi intelektual dari islam yang melahirkan gerakan renaissance, reformasi, rasionalisme, dan aufklarung didunia barat.

Dengan demikian, kemajun-kemajuan ilmu pengetahun dunia barat yang begitu berkembang seperti sekarang ini tidak terlepas dari kontribusi kemajuan Islam pada saat kejayaan umat islam waktu itu. Untuk penjelasan yang lebih jelasnya, dalam makalah ini penulis mencoba menguraikan proses masuknya islam dan terjadinya tranformasi dan kontribusi intelektual islam atas dunia barat.

Rumusan Masalah
1.Kapan Awal mula masuknya Islam ke Dunia Eropa?
2.Bagaimana perkembangan Islam di Spanyol?
3.Apa sajakah bentuk transformasi intelektual Islam ke Dunia Eropa?
4.Kontreibusi apa sajakah yang intelektual Islam atas Dunia Eropa?

B. AWAL MULA MASUKNYA ISLAM KE DUNIA EROPA
Awal masuknya Islam ke Eropa yaitu ketika tentara muslim yang berjumlah sekitar 400 orang, menyeberang dari Afrika Utara ke ujung paling selatan Spanyol pada Juli 710. Masuknya Islam di Spanyol terjadi pada masa Khalifah Walid, khalifah Bani Umayah (705-715 M). Sebelum penaklukan Spanyol umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu profinsi dari dinasti Bani Umayah.

Dalam proses penaklukan Spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah Tharif Ibn Malik, Thariq Ibn Ziyad dan Musa Ibn Nushair. Tharif dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik. Akan tetapi, Thariq Ibn Ziad lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol, dikarenakan pada tahun 711 M, Musa Ibn Nushair mengirim pasukan ke Spanyol sebanyak 7000 orang di bawah pimpinan Thariq Ibn Ziad.
Pada tahun 132 H/750 M, keturunan bani Umayyah ditumpas habis dan menandai berakhirnya dinasti tersebut. Hanya Abdurrahman, satu-satunya keturunan bani Umayah yang berhasil melarikan diri ke Andalusia dan mendirikan dinasti Umayyah II di daratan Eropa tersebut. Sejalan dengan pesatnya perkembangan Islam di Asia dan Afrika, Islam juga menyebar ke Eropa. Yaitu melalui tiga jalan sebagai berikut :

1. Jalan barat
Dilakukan dari Afrika Utara melalui Semenanjung Iberia di bawah pimpinan Thariq bin ziyad (711 M). Bahkan, tentara Islam dapat melewati Pegunungan Pirenia yang akhirnya ditahan oleh tentara perancis di bawah pimpinan karel martel di kota poitiers (732 M). Akhirnya, pemerintahan Khilafah Umayyah memipmpin di semenanjung Iberia yang dikenal dengan bani Umayah II (711 M-1492 M) dengan ibukotanya Cordova.

2. Jalan tengah
Dilakukan dari Tunisia melalui Sisilia menuju sepenanjung Apenina. Islam dapat menduduki Sisilia dan Italia selatan, tetapi dapat direbut kembali oleh bangsa Nordia pada abad ke-11.

3. Jalan timur
Pada tahun 1453, Turki dibawah pimpinan Sultan Muhammad II berhasil menaklukkan Byzantium dengan terlebih dahulu menyerang Konstantinopel dari arah belakang yakni laut hitam sehingga mengejutkan tentara byzantium timur. Dari Byzantium, tentara turki usmani terus melakukan perlawanan sampai ke kota Wina di Austria. Setelah itu, tentara Turki Usmani mundur kembali ke- Semenanjung Balkan dan menguasai daerah ini selama kurang lebih empat abad. Baru pada abad ke-19, daerah ini berhasil melepaskan diri dari kekuasaan Islam. Akan tetapi, kota konstantinopel masih tetap dikuasai dinasty Umayyah dan berubah menjadi Istanbul.
Kemudian masuknya Islam di Spanyol setidaknya dapat dilihat dari 2 faktor, yaitu internal dan eksternal. Adapun faktor ekternal penyebab mudah masuknya Islam di Spanyol antara lain:
1.Spanyol dalam keadaan tidak stabil baik dalam sosial, politik, ekonomi
2.Penguasa Spanyoltidak toleran terhadap agama lain
3.Tatnan masyarakat di dominasi oleh sistem kasta.
4.Tentara Spanyol dalam keadaan lemah semangat untuk berperang dikarenakan kejenuhan.
Sedangkan faktor internalnya adalah:
1.Pemimpin maupun tentara Islam sangat kompak dan penuh percaya diri
2.Ajaran Islam sesuai dengan kerinduan masyarakat Spanyol yaitu suatu ajaran yang mengedepankan toleransi, persaudaraan dan tolong menolong.

C. PERKEMBANGAN ISLAM DI SPANYOL
Sejak pertama kali Islam ke Spanyol Islam mempunyai peranan yang sangat besar. Masa itu berlangsung lebih dari tujuh setengah abad. Sejarah panjang yang dilalui umat Islam di Spanyol dapat di bagi menjadi empat periode, yaitu:

1. Periode pertama (711-755M)
Pada periode ini, Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang di angkat oleh Khalifah Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. Pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum tercapai secara sempurna, ganguan-ganguan masih terjadi, baik datang dari dalam maupun dari luar. Gangguan dari dalam antara lain berupa perslisihan di antara elit penguasa, terutama akibat perbedaan etnis dan golongan. Ganguan dari luar datang dari sisa-sisa musuh Islam di Spanyol yang bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang memang tidak pernah tunduk terhadap pemerintahan Islam.

2. Periode kedua (755-912 M)
Pada periode ini, Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bedrgelar Amir (Panglima atau Gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan Islam yang ketika itu dipegang oleh khalifah Abasiyah di Baghdad. Amir pertama adalah Abdurrahman I yang memasuki Spanyol tahun 138H/755 M dia adalah keturunan Bani Umayah.
Pada periode ini umat IslamSpanyol mulai memperoleh kemajuan-kemajuan baik dalam bidang politikmaupun dalam bidang peradaban. Sekalipun demikian, berbagai ancaman dan kerusuhan terjadi pada pertengahan abad ke-9 stabilitas negara terganggu dengan munculnya gerakan Kristen Fanatik.

3. Periode Ketiga (912-1013 M)
Periode ini berlangsung mulai dari pemerintahan Abd Al Rahman III sampaimunculnya raja-raja. Pada periode ini, Spanyoldiperintah oleh penguasa dengan gelar Khalifah, penggunaan gelar Khalifah tersebut bermula dari berita yang sampai kepada Abd Rahman III, bahwa Al Mubtadir, khalifah Daulah Bani Abas di Baghdad meninggal dunia di bunuh oleh pengawalnya sendiri.

D. TRANSFORMASI INTELEKTUAL ISLAM KE DUNIA BARAT
Mehdi Nakosteen, mengemukakan bahwa transformasi peradaban Islam ke Peradaban Barat khususnya dalam ilmu Pengetahuan setidaknya terbangun melalui 2 saluran utama. Pertama melalui para mahasiswa dan cendikiawan dari Eropa Barat yang belajar di sekolah-sekolah tinggi dan universitas-universitas Spanyol. Kedua melalui terjemahan karya Muslim dari sumber-sumber berbahasa Arab .

Banyak pemuda Eropa yang belajar di universitas-unniversitas Islam di Spanyol seprti Cordoba, Sevilla, Malaca, Granada dan Salamanca. Selama belajar di universitas- universitas tersebut, mereka aktif menterjemahkan buku-buku karya ilmuwan muslim. Pusat penerjemahan itu adalah Toledo. Setelah mereka pulang ke negerinya, mereka mendirikan sekolah dan universitas yang sama.
Universitas yang pertama kali berada di Eropa ialah Universitas Paris yang didirikan pada tahun 1213 M dan pada akhir zaman pertengahan di Eropa baru berdiri 18 universitas. Pada universitas tersebut diajarkan ilmu- ilmu yang mereka peroleh dari universitas Islam seperti ilmu kedokteran, ilmu pasti dan ilmu filsafat. Tidak sedikit universitas-universitas mencetak sarjana yang handal seperti: Seorang sarjana Eropa, petrus Alfonsi (1062 M) belajar ilmu kedokteran pada salah satu fakultas kedokteran di Spanyol dan ketika kembali ke negerinya Inggris ia diangkat menjadi dokter pribadi oleh Raja Henry I (1120 M). Selain menjadi dokter, ia bekerja sama dengan Walcher menyusun mata pelajaran ilmu falak berdasarkan pengetahuan sarjan dan ilmuwan muslim yang didapatnya dari spanyol. Demikin juga dengan Adelard of Bath (1079-1192 M) yang pernah belajar pula di Toledo dan setelah ia kembali ke Inggris, ia pun menjadi seorang sarjan yang termasyhur di negaranya.

Banyak sarjana-sarjana muslim yang berjasa karena telah meneliti dan mengembangkan ilmu pengetahuan, bahkan karya mereka diterjemahkan ke dalam bahasa Eropa meskipun ironisnya diakui sebagai karya mereka sendiri. Akibat atau pengaruh dari perkembangan ilmu pengetahuan Islam ini menimbulkan kajian filsafat Yunani di Eropa secara besar-besaran dan akhirnya menimbulkan gerakan kebangkitan atau renaissans pada abad ke-14. berkembangnya pemikiran yunani ini melalui karya-karya terjemahan berbahasa arab yang kemudian diterjemahkan kembali ke dalam bahasa latin. Disamping itu, Islam juga membidani gerakan reformasi pada abad ke-16 M, rasionalisme pada abad ke-17 M, dan aufklarung atau pencerahan pada abad ke-18 M.

Kendala yang paling besar adalah dari persoalan teologis, yaitu doktrin Kristen yang telah lama didominasi oleh penafsiran kaum gereja yang sering kali berbenturan dengan realitas dan norma-norma ilmu pengetahuan sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya.
Banyak faktor yang mendukung terjadinya transformasi intelektual, baik dari faktor internal ataupun eksternal. Adapun faktor internal adalah sifat inklusifitas umat Islam dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Dari segi eksternal menurut Nakosteen menyatakan bahwa setidak-tidaknya ada empat faktor yang ikut mendukung terjadinya penyebaran kebudayaan klasik ke dunia Islam yang kemudian di transformasi lagi ke dunia Barat. Keempat faktor tersebut adalah:

1.Terpecahnya beberapa institusi Kristen Ortodoks sekte Nestorian dan Monophysite dengan Gereja Induk, dengan alasan perbedaan doktrinal yang mengakibatkan banyak kaum intelektual kedua sekte tersebut dikucilkan bahkan terlempar dari unsur kegerejaan. Dari ilmuwan kedua sekte tersebut,umat Islam kemudian mengenal ilmu pengetahuan Helenisti, terutama ilmu kedokteran, matematika, astronomi, teknologi dan filsafat.
2.Penaklukan Alexander Agung juga ikut menjadi penyebab tersebarnya ilmu pengetahuan dan kebudayaan Yunani ke Persia dan India yang kemudian yang kemudian kedua negara ini menjadi wilayah kekuasaan Islam.
3.Adanya pengembangan kurikulum studi yang memadukan ilmu pengetahuan India, Grecian, Syiria, Helenistik, Habrew dan Zoroastrian. Termasuk menerjemahkan ilmupengetahuan dan filsafat klasik Yunani ke dalam bahasa Pahlevi dan Syiria yang kemudian di sebarkan ke dunia Islam dan Barat.
4.Adanya peranan para penerjemah Hebrew (Yahudi) yang telah menerjemahkan karya-karya Yunani ke dalam bahasa Hebrew dan Arab dan sebaliknya setelah Islam memiliki kebudayaan yang demikian tinggi.

Samsul Nizar menyebutkan bahwa penyebaran pengeahuan islam terjadi melalui jalur perdagangan, pendidikan dan penerjemahan karya-karya muslim ke dalam bahasa Latin. Jalur tersebut adalah:

1. Melalui Andalusia
Thariq masuk ke Andalusia pada tahun 91 H (711 M) dan sekitar tahun 934 M telah menerima upeti dari Paus yang berkedudukan di Roma. Masuknya Islam di Andalusia adalah atas undangan dan permintaan Counet Julian-gubernur Spanyol, untuk membantunya menghalau panglima Rodrik yang merampas kekuasaan raja Gouthia pada tahun710 M.

Kebudayaan Islam Andalusia mengalami perkembangan yang pesat di berbagai pusatnya, misalnya di Cordova, Sevilla, Granada dan Toledo. Perkembangan pesat tersebut berada di bawah pemerintah kaum muslimin yang kemudian disebut dengan “orang-orang Moro atau Morisco” oleh orang Eropa.
Peradaban ini berawal dari bertemunya peradaban Islam dan peradaban bangsa Eropa. Setelah bangsa Arab menduduki Semenanjung Iberia atau Spanyol, mereka membangun Daulah Andalusia atau yang dikenal dengan nama Kekhalifahan Barat. Lahirlah para cendekiawan muslim yang menerjemahkan karya-karya buku filsafat yang kemudian buku tersebut di baca oleh orang Eropa. Pada saat itu, Spanyol merupakan pusat peradaban Islam yang sengat penting, menyaingi Baghdad di Timur.


Akan tetapi, karena adanya kemunduran masa Islam, secara perlahan umat Islam juga kehilangan kekuasaan di Andalusia. Transformasi ilmu pengetahuan tersebut dimulai ketika pada tahun 1085 M,yakni di saat kota Toledo direbut oleh Raja Alfonso VI yang beragama Kristen. Disamping itu pula pada tahun 1236M, Cordova di rampas oleh Raja Alfonso VII dari Castilia,maka hilang pula pusat kebudayaan Islam di sebelah Barat beserta Masjid Raya Cordova yang didirikan oleh Amir-Amir Muawiyah Andalusia, serta Kutubul Kanhah yang didirikan oleh Hakam II dengan bukunya dari segala cabang ilmu pengetahuan. Akhirnya para umat Islam harus terusir dari Tanah Airnya yang
telah ditempati selama 8 abad.

Orang-orang Spanyol Kristen sebagai sebagai penduduk asli yang terpesona dengan peradaban Islam yang gemilang serta sadar atas keterbelakangan mereka terutama dalam bidang ilmu pengetahuan. Selanjutnya untuk mempermudah penyerapan ilmu-ilmu Arab, di Toledo didirikan Sekolah Tinggi Terjemah di ibukota kerajaannya. Dengan demikian Toledo menjadi pusat perkembangan ilmu Islam ke dunia Barat. setelah perkembangan tersebut maka, semakin banyak negara-negara yang di manfaatkan untuk penyebaran Islam. Dari sini terlihat bahwa bangsa Barat benci dengan Islam, namun mereka haus dengan ketinggian kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

2. Melalui Pulau Sisilia
Jalur lain yang tidak kalah pentingnya adalah jalur Sisilia, kaum muslimin menduduki Sisilia pada masa agak akhir melalui tangan Dinasti Aghlabiyyah yang berkuasa di kawasan Tunis dan Aljazair saat itu. Haltersebut terjadi pada masa pemerintahan Dinasti ‘Abbasiyyah.


Pulau Sisilia (Siqiliah) juga menjadi salah satu pintu gerbang terjadinya transformasi intelektual Islam terhadap dunia Barat. Penguasaan Islam atas pulau ini dimulai oleh Muawiyah pada tahun 652 M, kemudian disempurnakan tahun 827 M oleh Amir Bani Aghlab masa Al-Ma’mun. Penduduk asli di Sisilia yang masih beragama Kristen juga terpesona akan kemajuan kebudayaan dan ilmupengetahuan umat Islam. Raja Normandia, Roger I ia mencurahkan perhatiannya kepada peradaban Islam dengan menjadiak istananya sebagai tempat pertemuan para filsuf, dokter dan ilmuan Islam di bidang lain.

Tidak kalah dengan ayahnya Roger I, Roger II pun menjadikan pakaian Islam sebagai pakaian kebesarannya juga gerejanya dihiasi dengan ukiran-ukiran dan tulisan Arab. Para perempuan Sisiliapun meniru pakaina para kaum muslimah.

Ilmu pengetahuan Islam meluas ke Daratan Italia semenjak didirikan Universitas Nepals oleh Raja Frederick II pada tahun 1224 M yang merupakan perguruan tinggi terbesar di Eropa. Karena Raja Frederick II menaruh perhatian pada penterjemahan karya-karya para ilmuwan Muslim ke dalam Bahasa Latin, Yunani dan Italia. Akibatnya, ia dituduh condong terhadap kaum Muslimin.

3. Melalui Perang Salib
Perang Salib juga digunakan dalam proses pertukaran peradabanantara dua bangsa di Laut Tengah. Para tentara Salib datang ke tanah suci yang kemudian beranggapan bahwa derajat merekalah yang lebih tinggi dari pada rakyatsetempat dan memandangnya sebagai orang-orang penyembah berhala yang memuja Muhammad sebagai Tuhan.

Menurut Oemar amin Hoesen, ketika tentara Salib sedang berkuasa, setiap ada pasukan Salib yang kembali ke Eropa selalu membawa apa saja yang mereka temui. Juga ketika terakhir kali mereka terusir dari Okka, mereka membawa lari segala apa saja yang mereka rampas dari hasil kemujuan Islam. Dengan demikian, maka Perang Salib merupakan salah satu dari jembatan tempat mengalirnya kebudayaan Islam Eropa.

Jadi, jelaslah bahwa sepanjang peristiwa Perang Salib, orang-orang Eropa memperoleh ilmu pengetahuan dan mengenal bentuk kebudayaan baru yang mereka akui lebih maju sehingga dengan sendirinya mereka menirunya. Hal tersebut membangkitkan semangat mereka untuk mempelajari peradaban Islam, terutama di bidang ilmu pengetahuan yang dianggap sebagai penyebab utama kemajuan peradaban tersebut.

4. Melalui Jalur Pendidikan
Beberapa universitas seperti Cordova, Sevilla, Valensia dan Granada di andalusia yang banyak diincar oleh pemuda Eropa. Banyaknya para pelajar Eropa yang belajar pada perguruan tinggi Islam, maka mereka mendirikan perguruan tinggi sendiri yang dimotori oleh para pelajar dan mendapat dukungan penguasa-penguasa Kristen yang kemudian mengambilalih kekeuasaan Islam khususnya di bagian Barat.

5. Melalui Penerjemahan Karya-Karya Muslim Ke Bahasa Latin
Orang-orang mozarabes sangat berperan dalam menerjemahkan karya-karya sarjana muslim yang berbahasa Arab ke dalam bahasa Latin, karena mereka menguasai bahasa Arab dan Latin dengan baik.
Diantara penerjemah yang terkenal adalah Avendeath (Abu Daud, bangsa Yahudi) yang menyalin buku astronomi dan astrologi dalam bahasa Latin. Di lanjutkan oleh penerjemah yang lain yang kemudian menerjemahkan buku-buku filsafat, matematika dan kedokteran oleh Gerard dari Cremona dimana ia berusaha mengimbangi pekerjaan Hunain ibn Ishaq.

Tidak hanya itu saja, tetapi di Andalusi, tepatnya di Toledo didirikan sekolah tinggi penerjemah yang dipimpin oleh Raymond. Yang mana para penerjemah Baghdad banyak yang pindah ke Toledo. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan Islam di Baghdad juga menjadi bagian penting dalam transformasi ilmu pengetahuan dari dunia Islam di Barat. Universitas Noples yang merupakan universitas pertama di Eropa juga menghimpun naskah-naskah Arab dan menerjemahkannya, termasuk Avereor (Ibnu Sina). Dengan adanya penejemahan tersebut, maka intelektualisme yang berkembang di dunia Islam di masa sebelumnya akan memberikan kontribusi yang sangat berarti atas kemajuan peradaban Barat pada masa-masa sesudahnya.

6. Melalui Jalur Perdagangan
Jalur perdagangan antara Barat dan Timur melewati Mesir,ini terjadi sejak Dinasti Fathimiyyah yang berkuasa di negeri tersebut, dan menjadikan pusat politik, perdagangan dan budaya kelas pertama.

Para pedagang muslim Andalusia melakukan hubungan dagang dengan negeri-negeri Kristen baik jalur Barat maupun Timur. Orang Barat mendapat pelajaran yang sangat berharga yaitu dengan melihat kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh orang-orang muslim.


Akan tetapi saat lahirnya renaissance, Eropa mulai menyelidiki rahasia alam, menaklukan lautan dan menjelajahi dunia yang sebelumnya masih siliputi kegelapan. Seperti penemuan-penemuan benua seperti Christoper Colombus (1492 M) menemukan benua Amerika dan Vasto Da Gama (1498 M) yang menemukan jalan ke Timur melalui Tanjung Harapan. Denagn hal tersebut maka, para pedagang Eropa tidak menggunakan jalur lama yang dikuasai oleh umat Islam .

E. KONTRIBUSI INTELEKTUAL ISLAM TERHADAP DUNIA BARAT
Perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia islam diabad pertengahan jelas didukung oleh adanya kekuatan system pendidikan islam yang integral dan dinamisa. Sehingga mampu menghasilkan cendekiawan-cendekiawan besar pada hamper di segala bidang keilmuan. Hal inilah yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di masa-masa selanjutnya terutama di barat. Disamping itu, dinamikan yang denukian masih terbungkus dengan akhlak islami yang diperlihatkan, baik oleh guru maupun muridnya. Inilah sesungguhnya kekuatan dan fleksibelitas pendidikan islam abad pertengahan yang demikian kondusif bagi pengembangan pertahanan peradaban umat manusia.

Perkembangan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh para ilmuan muslim telah melahirkan karya besar diberbagai bidang keilmuan yang menjadi referensi bagi ilmuan barat pada masa selanjutnya. Di antara salah satu karya-karya tersebut adalah dibidang pendidikan, yaitu: Ghabus Namah (kumpulan nasihat moral dan pendidikan) oleh Amir Kaikawus Ibn Iskandar Ibn Ghabus’i Washmgir Ibn Ziar, Syiyarat Namah (buku politik pemerintah) oleh Zinam Al-Mulk, Gulistan dan Bustan (tentang moral dan keadilan) oleh Sa’di, Fatihat Al-Ulum (tentang persoalan-persolan seputar keutamaan ilmu pengetahuan) oleh Al-Ghazali, dan sebagainya.

Namun kontribusi intelektual islam dalam hal keilmuan tidak terbatas di dalam bidang pendidikan saja. Kontribusi intelektual islam juga meliputi bidang-bidang keilmuan lainnya, seperti :

1. Astronomi
Dalam literatur islam astronom disebut ilmu falak. Bidang ilmu ini merupakan bidang ilmu yang paling menarik para ilmuan muslim disamping bidang ilmu matematika. Hal ini disebabkan karena kedua bidang ilmu tersebut sangat mendukung peribadatan islam, seperti dalam menentukan aal dan akhir bulan ramadhan, hari raya idul fitri, hari raya idul adha, dan sebagainya. Diantara para ahli astronomi muslim yang tersohor adalah: Al-Batani (Ia termasuk dalam 20 besar ahli astronomi penting dunia), Abul Wefa (Ia orang yang menemukan kemiringan bulan), Hassan Ibn Haitam (penemu optic yang menjadi dasar teropong Roger Bacon dan Kepler, dan sebagainya.

2. Matematika
Ilmu matematika dalam bahasa arab disebut aljabar (perhitungan), sedangkan istilah algoritme adalah berasal dari nama penemunya yaitu Al-Khawarizmi, yang memiliki nama lengkap Muhammad bin Musa bin Khawarizmi. Ia merupakan salah satu ahli matematika muslim terkenal di masa khalifah Al-Mamun, yang menulis buku aljabar yang berjudul Al-Jabr Wal Makalala (perhitungan dan symbol).

3. Fisika
Ilmu fisika juga berhubungan erat dengan ilmu astronomi. Sehingga karya-karya tentang optic yang ditemukan oleh Hassan Ibn Haitam (965-1039 M) dijadikan dasar bagi bangunan ilmu fisika, yakni dasar bagi Bacon dan Kepler dalam penemuan Teropong, Teleskop maupun Mikroskop dan dasar dari Fotografi.

4. Kimia
Meskipun bangsa yunani telah mengenal sejumlah zat kimia, namun mereka tidak tahu apa-apa mengenai subtansi unsure-unsur zat kimia, seperti: Alkohol, Asam Sulfur, Acqua Regina, Maupun Asam Nitrat. Orang arablah yang menemukan itu semua, yang bersamaan dengan penemuan Potasium, Asam Moniak, Nitrat Perak, Sublimat korosif, dan Preparasi Mercuri. Maka, tidak heran jika berbagai istilah penting dalam kimia juga berasal dari bahasa arab, seperti; Alkohol, Alembrik, Alkali, Eliksir, dan Kimia itu sendiri. Salah satu ilmuan muslim dibidang kimia adalah Abu Musa Jakfar Al-Kufi.

5. Ilmu Hayat
Dalam bidang ilmu hayat, bangsa arab tidak berpuas diri dengan hasil dari penerjemahan karya-karya bangsa yunani. Bangsa arab pun melakukan kajian dan observasi sendiri secara intensif. Sehingga tidak heran jika mereka berhasil memperkaya daftar macam-macam tumbuhan yang tercantum dalam “Daftar Dioscorides” yang berisi sekitar 2000 spesies. Farmapodia atau sejenis ensiklopedia tetumbuhan obat yang disusun bngsa arab muslim berisi berbagai macam tumbuhan dan bahan-bahan obat yang belum di kenal bangsa yunani, seperti: kaper, daun senna, tamarin, kasia, dan mauna.

6. Kedokteran
Salah seorang ahli kedokteran muslim yang sangat terkenal di dunia barat adalah Abu Ali al-Hussein Ibn Abdallah Ibn Sina, yang lebih dikenal sebagai Ibnu Sina atau Avicenna. Bukunya yang berjudul Canun Fi’l Tib atau petunjuk tentang kedokteran, diterbitkan dalam bahasa arab di Roma pada tahun 1953. Buku tersebut berisi tentang 5 hal, yaitu fisiologi, kebersihan, patologi , pengambilan terapi, dan materi pengobatan. Selain itu Ibn zohr juga merupakan salah seorang ahli kedokteran yang terkenal karena dialah yang telah memperkenalkan aspek hukum dalam observasi bidang kedokteran dan ia juga menemukan bahwa kekeuatan dari jenis penyakit tertentu. Kemudian Ibn Nafis dari siria yang pada tahun 1289 telah berhasil mempertontonkan sistem sirkulasi darah secara akurat, tiga ratus tahun sebelum Servert, seorang dokter kebangsaan Portugis yang selama ini dianggap sebagai penemu pertama.

7. Filsafat
Ibn Sina atau Avicenna juga merupakan seorang ahli filsafat. Ia telah membentuk sistem keilmuan dan pandangan filsafat skolastiknya secara gamblang. Adapun karya-karya utamanya adalah Kitab Al-Shifa (buku tentang kesehatan), Al-hidayah Fi’il Hikinat (Petunjuk ke arah ke bijaksanaan), Kitab Al- Isharat Wa’l Tanbihat ( pegangan bagi pengajaran dan peringatan) dsb. Upaya penerjemahan karya-kryanya dimulai sejak abad XII dan semanjak itu pula lah pikiran-pikirannya menyeruak ke para pemikir eropa. Sementara itu Abdul Wahid Muhammad Ibn Rushd atau Averroes dalambanyak hal lebih berpengaruh ketimbang Avicenna, berkat bukunya yanng mengomentari karya filsafat aristoteles.

8. Sastra
Para ilmuan muslim juga memberikan kontribusi yang besar terhadap dunia Barat di bidang sastra. Hal ini terbukti dari hasil kajian Asian Palacios atas karya-karya surealism dalam islam dan atas buku La Devina Comedia karya Dante Aleghery yang menyimpulkan bahwa Dante telah mendapat pengaruh yang besar dari karya mistik muhyidin Ibn Arabi maupun penyair buta Abul Ala Al-Maari. Sedangkan novel bernilai filsafat dari Ibn Tufail, Hayy Ibn Haqzan ( hidup sang putra waspada) telah diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh Edward Pococke pada tahun 1671 dan buku inilah yang mengilhami Daniel Defoe dengan kisahnya Robinson Crusoe.

9. Geografi dan Sejarah
Orang arab dikenal gemar mengarungi ruang dan waktu yang relatif luas dalam melaksanakan perdagangan antar kawasan maupun antar pulau dan antarbenua. Oleh karena itu mereka harus menguasai geografi maupun sejarah setiap kawasan yang akan di jelajahi. Hal inilah yang menjadi latar belakang buat mereka untuk menekuni ilmu-ilmu geografis maupun sejarah. Dalam buknya yang berbahasa inggris berjudul Golden Pastures, Hasan Ali Al-Masudi memaparkan gambaran lengkap tentang setiap negeri yang pernah dikunjunginya pada pertengahan abad ke-10. Bahkan sejarah menunjukkan bahwa selama lebih dari tiga abad para ahli kartografi Eropa senantiasa mengutip karya-karya geografi muslim, seperti karya Nasrudin Tusi maupun hasil observasi Al-Koshaji yang telah berhasil menuyusun hasil petualangannya di Cina dan mengoreksi perhitungan garis lintang bumi maupun ukuran bumi. Sedangkan di bidang sejarah, Ibn Miskawaih merupakan seorang sejarawan muslim terkenal yang meninggal pada tahun 1030. Dalam bukunya yang berjudul tajarib Al-Umam ( pengalaman bangsa), ia mema[parkan kisah sejarah tentang persia dan Arab sampai dengan masa hidupnya dan menyatakan bahwa penyerbuan Arab atas Persia telah terjadi sejak jauh sebelum islam lahir.

10. Sosiologi dan Ilmu politik
Ibn Khaldun (1332-1406 M) merupakan pemikir filsafat sosiologi dan sejarah yang terkenal dalam peraddaban barat. Salah satu bukunya yang disebut sebagai Prolegomena membahas refleksi umum sejarah manusia dan berbagai macam peradaban manusia sebagai hasil dari perbedaan iklim, kehidupan kaum pengembara maupun yang telah menetap dan istiadat atau latar belakang peradaban yang berbeda, termasuk kelembagaan sosial, ilmu pengetahuan dan seni yang mereka kembangkan. Sementara, Al-farabi menulis buku yang sangat terkenal tentang filsafat polotik yang beerjudul Madinatul Fadhilah. Dalam buku tersebut, ia menyatakan bahwa pemimpin suatu negara harus mampu memberikan jaminan agar penduduknya mencapai kehidupan yang sejahtera baik di dunia maupun di akhirat. Untuk itu negara harus di pimpin oleh seorang kepala negara yang memiliki kualitas sempurna, yakni: 1) Tinggi kecerdasannya; 2) kuat ingatan; 3) fasih berbicara; 4) rajin bekerja; 5) sederhana; 6) luhur budi; 7) adil; 8) teguh pendirian dan 9) konsisten dalam niat berprestasi.

11. Arsitektur dan Seni Rupa
Arsitektur muslim tampak dalam bentuk istana maupun masjid yang gemerlapan yang dikemudian hari berpengaruh pada seni bangunan gereja pada abad pertengahan di eropa. Seperti pengaruh arsitektur masjid di Cordova terhadap gereja katedral Notre Dane du Puy dalam wujud lengkungan susun tiga, cuping ganda, lengkungan sepatu kuda maupun unsur dua warna yang merupakan ciri masjid di cordova.

12. Music
Seorang musikus muslim bernama Abul hasan Ali Ibn Nafis atau sering dipanggil Ziriyab telah mendirikan konservatorium musik-musik Andalusia. Sejak itu teori musik mulai dikembangkan oleh Al-farabi, yang menulis kitab Al-Musiki(pegangan musik), dan dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmu matematika dan fisika para penulis musik mampu memberi penjelasan secara ilmiah tentang suara dan bagaaimana mendorong pembuatan instrumen musik lebih lanjut, seperti gitar, seruling, tambur, prototipe piano, organ dan sebagainya diperkenalkan ke semenanjung Iberia dan Eropa Barat.

Dalam bukunya Samsul Nizar juga menjelaskan kontribusi intelektual islam terhadap dunia barat, yaitu :
1.Memperkaya kurikulum pendidikan barat khususnya diwilayah eropa barat laut yang muncur karena adanya proses penerjemahan karya-karya umat islam diberbagai bidang ilmu. Diantara karya-karya yang ditejemahkan ialah, karya Avicena (Ibnu Sina) dibidang ilmu kedokteran, bahkan karya Ibnu Sina digunakan sebagai teks utama dilembaga pendidikan barat sampai abad ke-17.
2.Telah diperkenalkannya system notasi dan desimal oleh para ilmuan muslim ke dunia barat.
3.Umat islam telah memberikan model bentuk rumah sakit, sanitasi, serta makanan yang sehat dan bergizi kepada barat.
4.Umat islam telah membidani lahirnya gerakan-gerakan yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan dunia barat, yakni:
a.Renaissance (kebangkitan kembali), awalnya kebudayaan Renaissance adalah kebudayaan Yunani klasik pada abad ke-14 M, mula-mula di Italia, Kemudian merambat keseluruh Eropa.
b.Gerakan pembaharuan agama Kristen mulai abad ke-8 M dan memuncak pada abad ke-16 M dengan reformator-reformator: Luther, Zwingli, dan Calvin.
c.Rasionalisme pada abad ke-17 M yang dipimpin oleh duatokohnya Rane Dascartes (1596-1650) dari inggris dan John Locke (1632-1704) dari Perancis.
d.Aufklarung (Pencerahan), pada abad ke-18, tokoh-tokohnya yaitu: Voltaire (1698-1778), D. Diderot (1713-1784), Baronde Montrsque (1689-1775), dari Perancis, G. W. Leibniz (1646-1716) dari Jerman, dan M. V. Lomonossov (1711-1765) dari Rusia.

Sedangkan Muhammad Abdur Rahman Khan dalam bukunya “Sumbangan Umat Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan” menjelaskan umat islam juga memperkenalkan pabrik-pabrik kertas ke dunia barat untuk menulis karya-karya ilmiah. Tampaknya mereka mempelajari keterampilan ini dari umat islam yang berbangsa China pada abad ke-8 lalu dibawah ke Samarqand dan Baghdad. Dari sana kemudian meluas hingga maroko pada abad ke-12, kemudian ke Selat Gilbaltar dan berkembang di Syatibah, Sepanyol. Naskah paling tua yang ditulis dalam kertas yang dilestarikan adalah naskah karya Ubaidillah Al-Qasim (w. 837 M) yang berjudul Gharib Al-Hadis yang bertanggal Zulqaidah 252 H.

PENUTUP
Kemajuan-kemajuan dunia barat yang sekarng ini kita rasakan tidak terlepas dari kontribusi para ilmuan muslim pada masa kejayaan islam. Pada saat itu dunia barat mengalami masa kegelapan dikarenakan dunia barat masih dikuasai doktrin gereja yang cenderung menolak kajian ilmu pengetahuan dan para ilmuan pun dianggap kafir, sehingga mereka disiksa dan dihukum.
Semntara itu, dunia islam sibuk melakukan pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang begitu pesat sehingga melahirkan peradaban yang sangat tinggi, yang pada akhirnya dunia barat sadar akan ketertinggalannya sehingga mereka berusaha keras untuk mendobrak doktrin gereja yang menyingkirkan para ilmuan mereka, melalui pembelajaran pada umat islam, isaha yang mereka buat akhirnya memunculkan gerakan renaissance, reformasi, rasionalisme, dan aufklarung sehingga mereka berhasil menaklukkan doktrin gereja.

Sayangnya, umat islam terlena dengan semua keberhasilanannya dan mengalami krisis moral sehingga umat islam mengalami kemunduran dan pada akhirnya dunia barat pun mengalami kemajuan yang sangat pesat. Namun perlu kita ingat kemajuan-kemajuan dunia barat itu awalnya atas kontribusi umat islam, untuk itu seharusnya kita sebagai umat islam dimasa sekarang tidak hanya terbuai oleh sebuah sejarah indah yang pernah dimiliki umat islam dimasa lalu, kita harus menjadikan sebuah sejarah kemajuan kita dimasa dulu sebagai motifasi kita untuk mengkaji ulang dan mengukir sebuah dekade kejayaan kembali seperti yang telah dilakuan para ilmuan muslam pada abat terdahulu.

DAFTAR PUSTAKA
Hambali, Muhammad, http://belchunk.blogspot.com/2008/07/perkembangan-islam-pada-abad.html (didownload pada hari Rabu 14 Maret 2012).
Khan, Muhammad Abdur Rahman, Sumbangan Umat Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan, Penj. Adang Affandi, Bandung: Angkasa, 1987.
Majid, Abdul Mun’im, Sejarah Kebudayaan Islam, Bandung: Pustaka, 1997.
Nakosteen , Mehdi, Kontribusi Islam Atas Dunia Intelektual Barat: Diskrepsi Analisis Abad Keemasan Islam, Surabaya: Raiasalah Gusti,1995.
Nizar, Samsul, Sejarah Dan Pergolakan Pemikiran Pendidikan Islam: Potret Timur Tengah Era Awal Dan Indonesia, Jakarta; Quantum Teaching, 2005.
Nizar, Samsul, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana Perdana Media Group, 2007.
Su’ud, Abu, Islamologi: Sejarah, Ajaran, dan Peranannya dalam peradaban Umat Manusia, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003.
Watt, W. Montgomery, Islam dan Peradaban Dunia, Jakarta: Gramedia, 1997.
Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

menurut saya terlalu ringkas

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons