ketidak tahuan adalah teman barumu yang terbaik

category

Jumat, 07 Desember 2012

PENERAPAN ANALISIS SWOT PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM


Makalah Ini Dibuat Guna Memenuhi Tugas Matakuliah:
Manajemen Lembaga Pendidikan Islam



FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2012



BAB I
PENDAHULUAN

Sebagai pelaksana program pendidikan, lembaga pendidikan adalah pemeran utama untuk melaksanakan program tersebut.Dalam pelaksanaan program-program serta tujuan yang telah disepakati oleh lembaga pendidikan tersebut tentunya tidak bisa terlepas dengan problematika maupun persoalan-persoalan lain yang harus diselesaikan oleh sebuah lembaga pendidikan termasuk lembaga pendidikan Islam.
Persoalan-persoalan yang timbul baik berupa faktor intern maupun ekstern.Faktor intern misalnya terkait dengan kurikulum, tenaga pendidik, perserta didik dan lain-lain, sedangkan faktor eksternnya adalah faktor-faktor sosial (masyarakat), pemerintahan maupun pihak-pihak yang terkait. Sebuah lembaga pendidikan Islam tentunya harus mengetahui problematika lembaganya, mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang maupun ancaman sehingga bisa melahirkan solusi-solusi cemerlang dan bisa mengantarkan lembaga pendidikan Islam pada kedudukan yang sangat berpengaruh dalam pergulatan keilmuan bangsa maupun dunia.
Analisis SWOT merupakan salah satu alternatif didalam manajemen pendidikan, khusunya lembaga pendidikan Islam. Sebenarnya apa analis SWOT itu, bagaimanakah sistem kerjanya? Dan mungkin masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan tentang analisis SWOT yang masih terasa asing bagi kita.Semoga dengan penyusunan makalah ini pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa terjawab. Semoga bermaanfaat.


BAB II
PEMBAHASAN

A.      Penerapan analisis SWOT di lembaga pendidikan Islam.
Analisis SWOT merupakan sebuah pendekatan yang paling terkenal dan paling mutakhir dalam dunia menajemen. Analisis SWOT juga merupakan sebuah strategi trobosan terbaru dalam dunia pendidikan untuk menuntaskan permasalahan atau hambatan-hambatan dalam lembaga pendidikan Islam. Kata SWOT merupakan perpendekan dari Strengths Weaknesses Opportunities dan Treaths yang dapat diterjemahkan menjadi: kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Dalam metode atau pendekatan ini kita harus memikirkan tentang kekuatan apa saja yang kita miliki, kelemahan apa saja yang melekat pada diri atau lembaga pendidikan  kita dan kemudian kita juga harus melihat kesempatan atau Opportunity yang terbuka bagi kita dan akhirnya kita harus mampu untuk mengetahui ancaman, ganguan serta tantangan yang menghadamg didepan kita. Analisis ini harus kita lakukan, baik terhadap pesaing langsung maupun pesaing tidak langsung karena kita harus berusaha untuk dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh sebuah lembaga pendidikan.
Dengan kata lain, sebuah lembaga pendidikan akan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan ketika kekuatan lembaga pendidikan melebihi kelemahan yang dimiliki. Oleh karena itu lembaga pendidikan tersebut harus mampu memperdayakan potensi yang dimiliki secara maksimal, mengurangi resiko-resiko yang akan terjadi. Dengan demikian, secara sederhana dapat dikatakan bahwa tercapai atau tidaknya tujuan lembaga pendidikan yang telah ditetapkan adalah fungsi dari lingkungan manajemen lembaga pendidikan.
Keandalan analisis SWOT terletak pada kemampuan para penentu strategi organisasi (decision maker) untuk memaksimalkan kekuatan dan pemanfaatan peluang lembaga pendidikan.harapannya jelas, yakni bertujuan untuk meminimalisasi kelemahan yang ada dalam internal lembaga pedidikan dan menekan dampak ancaman yang akan timbul dan harus dihadapi. Siagian mengemukakan jika analisis SWOT dilakukan dengan tepat, maka sepertinya upaya untuk memilih dan menentukan strategi yang efektif akan membuahkan hasil sesuai apa yang diinginkan.
Dalam Analis SWOT ada empat titik penekanan yaitu :

1.      Faktor Kekuatan (Streng)
Faktor-faktor kekuatan dalam lembaga pendidikan adalah kompetensi khusus atau keunggulan-keunggulan lain yang berakibat pada nilai plus atau keunggulan komparatif lembaga pendidikan tersebut.Hal ini bisa dilihat jika sebuah lembaga pendidikan harus memiliki skill atau keterampilan yang bisa disalurkan bagi perserta didik, lulusan terbaik/hasil andalan, maupun kelebihan-kelebihan lain yang membuatnya unggul bagi pesaing-pesaing serta dapat memuaskan steakholder maupun pelanggan (peserta didik, orang tua, masyarakat dan bangsa).
Sebagai contoh bidang keunggulan, antara lain kekuatan pada sumber keuangan, citra yang positif, keunggulan kedudukan di masyrakat, loyalitas pengguna dan kepercayaan berbagai pihak yang berkepentingan. Sedangkan keunggulan lembaga pendidikan di era otonomi pendidikan atara lain ; sumber daya manusia yang secara kuantitatif besar, hanya saja perlu pembenahan dari kualitas. Selain itu antusiasme pelaksanaan pendidikan Islam sangat tinggi, yang didukung sarana prasarana pendidikan yang cukup memadai. Hal lai dari faktor keunggulan lembaga pendidikan Islam adalah kebutuhan masyarakat terhadap yang bersifat transendental sangat tinggi, dan itu sangat mungkin diharapkan dari proses pendidikan lembaga pendidikan Islam.
Bagi sebuah lembaga pendidikan sangat penting untuk mengenali terhadap kekuatan dasar lembaga tersebut sebgai langkah awal atau tonggak menuju pendidikan yang berbasis kualitas tinggi. Mengenali kekuatan dan terus melakukan refleksi adalah sebuah langkah bersar untuk menuju kemajuan bagi lembaga pendidikan islam.

2.      Faktor-faktor kelemahan
Segala sesuatu pasti memiliki kelemahan adalah hal yang wajar tetapi yang terpenting adalah bagaimana sebagai penentu kebijakan dalam lembaga pendidikan bisa meminimalisir kelemahan-kelemahan tersebut atau bahkan kelemahan tersebut menjadi satu sisi kelebihan yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain. Kelemahan ini bisa kelemahan dalam sarana dan prasarana, kualitas atau kemampuan tenaga pendidik, lemahnya kepercayaan masyarakat, tidak sesuainya antara hasil lulusan dengan kebutuhan masyarakat atau dunia usaha dan industri dan lain-lain
Untuk itu, beberapa faktor kelemahan yang harus segera dibenahi oleh para pengelola pendidikan Islam, antar alain ; (1) lemahnya SDM dalam lembaga pendidikan Islam. (2) sarana dan prasarana yang masih sebatas pada sarana wajib saja. (3) lembaga pendidikan Islam swasta umumya kurang bisa menangkap peluang, sehingga mereka hanya puas dengan keadaan yang dihadapi sekarang ini. (4) uotput lembaga pendidikan Islam belum sepenuhnya bersaing dengan output lembaga pendidikan yang lain dan sebagainya.

3.      Faktor Peluang
Peluang adalah suatu kondisi lingkungan eksternal yang menguntungkan bahkan menjadi formulasi dalam lembaga pendidikan.
Situasi lingkungan tersebut misalnya ; (1) kecendrungan penting yang terjadi dikalangan peserta didik. (2) identifikasi suatu layanan pendidikan yang belum mendapat perhatian. (3) perubahan dalam keadaan persaingan. (4) hubungan dengan pengguna atau pelanggan dan sebagainya. Peluang pengembangan lembaga pendidikan Islam antara lain :

a. Di era yang sedang krisis moral dan krisis kejujuran seperti ini diperlukan peran serta pendidikan agama Islam yang lebih dominan.
b. Pada kehidupan masyarakat kota dan modern yang cenderung konsumtif dan hedonis, membutuhkan petunjuk jiwa, sehingga kajian-kajian agama berdimensi sufistik kia menjamur. Ini menjadi salah satu peluang bagi pengembangan lembaga pendidikan Islam kedepan.
c. Secara historis dan realitas, mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, bahkan merupakan komunitas muslim terbesar diseluruh dunia. Ini adalah peluang yang sangat setrategibagi pentingnya manajemen pengembangan lembaga pendidikan Islam.

4.      Faktor Ancaman
Ancama merupakan kebalikan dari sebuah peluang, ancaman meliputi faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan bagi sebuah lembaga pendidikan. Jika sebuah ancaman tidak ditanggulangi maka akan menjadi sebuah penghalang atau penghambat bagi maju dan peranannya sebuah lembaga pendidikan itu sendiri. Contoh ancaman tersebut adalah ; minat peserta didik baru yang menurun, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut dan lain-lain.

B.       Analisis SWOT secara cermat dan akurat
Menurut Boseman,(1989:6) ada 7 tahap proses manajemen strategik :
1.      Lakukan analisis SWOT secara cermat dan akurat.
2.      Mengenali visi dan misi organisasi.
3.      Melakukan formulasi tentang filosofi dan kebijakan organisasi.
4.      Menetapkan sasaran strategikorganisasi.
5.      Menetapkan strategi organisasi.
6.      Melaksanakan strategi organisasi.
7.      Melakukan kontrol strategi organisasi.

Sharplin (1985:54-55) memasukkan analisis SWOT untuk melihat kekuatan dan kelemahan didalam sekolah, sekaligus memantau peluang dan tantangan yang dihadapi sekolah.Analisis SWOT adalah salah satu tahap dalam manajemen strategik menggunakan pendekatan lingkungan. Proses penilaian kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan secara umum.
Anaalisis SWOT menyediakan para pengambil keputusan organisasi akan informasi yang dapat menyiapkan dasar dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan tindakan, jika keputusan ini diterapkan secara efektif akan memungkinkan sekolah mencapai tujuannya. Analisis SWOT dalam penyelenggaraan sekolah dapat membantu pengalokasian sumber daya seperti anggaran, sarana dan prasarana sumber daya manusia, fasilitas sekolah, potensi lingkungan sekolah, dan sebagainya yang lebih efektif. Analisis SWOT dalam program sekolah dapat dilakukan dengan melakukan matrik SWOT, matrik ini terdiri dari sel-sel daftar kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam penyelenggaraan program sekolah, untuk memperoleh mutu sekolah dapat dilakukan strategi SO (menggunakan kekuatan dan memanfaatkan peluang), strategi WO (memperbaiki kelemahan dan mengambil manfaat dari peluang), strategi ST (menggunakan kekuatan dan menghindari ancaman), strategi WT (mengatasi kelemahan dan menghindari ancaman).

     C.      Contoh analisis SWOT di MAN Maguwoharjo Yogyakarta
             1.      Kekuatan:
a.       Knowledge atau kepakaran yang dimiliki
b.      Lulusan dihasilkan atau pelayanan yg unik
c.       Lokasi tempat lembaga pendidikan berada
d.      Kualitas lulusan atau proses
             2.      Kelemahan:
a.       Kurangnya pengetahuan sosialisasi lembaga pendidikan.
b.      Lulusan yang tidak dapat dibedakan denganlulusanlembaga pendidikan / lembaga pendidikan lain.
c.       Lokasi lembaga pendidikan  yang terpencil
d.      Kualitas lulusan yang jelek
e.       Reputasi yang buruk
             3.      Peluang:
a.       Lembaga yangterus berkembang dan pendidikan merupakan kebutuhan bagi masyarakat.
b.      Adanya pendidikan berbasis internasional
c.       Peluang karena lembaga pendidikan  yang tidak sanggup memenuhi permintaan masyarakat.
             4.      Ancaman:
a.       Adanya lembaga pendidikan Islam baru di area yang sama
b.      Persaingan harga dengan lembaga pendidikan lain.
c.       Lembaga pendidikan lain mengeluarkan lulusan baru yang inovatif
d.      Lembaga pendidikan lain memegang pangsa pasar terbesar


Bagan :


S (Kekuatan)
W (Kelemahan)
O (Peluang)
Sebuah lembaga pendidikan harus memanfaatkan peluang menjadikan kekuatan atau sebaliknya.
Peluang digunakan untuk menekan sebuah kelemahan yang ada.
T (Ancaman)
Kekuatan digunakan untuk menekan ancaman yang terjadi.

Sebuah lembaga pendidikan sebulum datang sebuah ancaman harus menutupi kelemahan-kelamahan yang ada dengan kekuatan dan peluang.














BAB III
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Permasalahan-permasalahan yang terjadi didalam lembaga pendidikan termasuk lembaga pendidikan Islam untuk menyelesaikan persolan tersebut tentunya dengan menggunakan metode-metode yang variatif. Salah satunya adalah dengan menggunakan analisis SWOT. Dimana didalam analisis SWOT lembaga pendidikan Islam melihat kekuatan dengan basis keislamannya yang berlandaskan Al-Quran dan Hadits, melihat kelemahan-kelemahan yang dimiliki kemudian diperbaiki, membaca peluang-peluang dalam terjadi dalam kehidupan sehingga melulusan generasi yang berakhlak mulia, kredibel dan berkualitas sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja, serta melihat ancaman-ancaman yang terjadi maupun yang akan terjadi sehingga ancaman-ancaman tersebut bisa berubah menjadi peluang.

B.       SARAN
Hendaknya setiap lembaga pendidikan dalam mengatasi problematika menggunakan Analisis SWOT sebagai salah satu solusi. Karena dengan pendekatan SWOT lembaga pendidikan akan mengenali kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sehingga lembaga pendidikan akan lebih mudah untuk mengatasi sebuah problematika.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons